Israel Serang Beirut, Klaim Komandan Hizbullah Tewas
Israel melancarkan serangan udara ke selatan Beirut pada Rabu (6/5/2026) malam. Dalam serangan itu, Israel mengklaim telah menewaskan Komandan Milisi Radwan Hizbullah, Malek Balou.
Serangan terjadi meski gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah sudah berlaku sejak 17 April 2026.
Media pemerintah Lebanon melaporkan pesawat tempur Israel menyerang wilayah Ghobeiri di pinggiran selatan Beirut. Serangan tersebut memicu ledakan besar dan menyebabkan kerusakan di sejumlah bangunan.
Benjamin Netanyahu mengatakan dirinya bersama Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, memerintahkan langsung operasi tersebut. Netanyahu menuduh Malek Balou bertanggung jawab atas serangan terhadap permukiman dan pasukan Israel.
Sampai saat ini, Hizbullah belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim tersebut.
Serangan ini menjadi yang pertama di selatan Beirut sejak gencatan senjata diberlakukan. Namun, kedua pihak masih saling menuduh melakukan pelanggaran kesepakatan damai.
Pada hari yang sama, serangan Israel di wilayah selatan dan timur Lebanon dilaporkan menewaskan sedikitnya 13 orang. Empat korban di antaranya berada di Lembah Beka, Lebanon timur.
Militer Israel menyebut serangan dilakukan untuk menargetkan posisi Hizbullah setelah sebelumnya mengeluarkan peringatan evakuasi kepada warga sipil di area terdampak.










Tinggalkan Balasan