Konvoi Juara Persib Bandung Berujung Duka, 124 Korban dan 2 Orang Tewas
Perayaan juara Persib Bandung di Kota Bandung berubah menjadi duka setelah ratusan orang menjadi korban kecelakaan dan kekerasan saat konvoi berlangsung pada Minggu, 24 Mei 2026.
Data Pemerintah Kota Bandung mencatat sebanyak 124 orang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Dua orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 122 orang lainnya mengalami luka-luka.
Konvoi juara Persib Bandung dimulai sejak pagi hari dan diikuti ratusan ribu warga Jawa Barat.
Rute konvoi dimulai dari Gedung Sate, melewati Jalan Asia Afrika, dan berakhir di Pendopo Kota Bandung.
Perayaan semakin ramai saat para pemain Persib mengangkat trofi juara di jembatan penyeberangan orang atau JPO Jalan Asia Afrika.
Namun setelah acara utama selesai, banyak rombongan suporter masih melakukan konvoi motor hingga malam hari di sejumlah ruas jalan Kota Bandung.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan 39 korban harus dirujuk ke rumah sakit.
Menurut Farhan, 70 korban berasal dari Kota Bandung, sedangkan 52 lainnya berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Ia menjelaskan satu korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas yang diduga dipengaruhi konsumsi minuman keras.
Sementara satu korban lainnya tewas akibat aksi kekerasan dan masih dalam penyelidikan polisi.
Selain korban jiwa, perayaan juara Persib juga menyebabkan kerusakan fasilitas umum.
Pemerintah Kota Bandung mencatat sebanyak 35 taman kota mengalami kerusakan akibat tingginya aktivitas massa saat konvoi berlangsung.
Pemkot Bandung juga menemukan banyak sampah botol minuman keras di sejumlah lokasi perayaan.
Karena itu, pemerintah berencana berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan razia minuman keras ilegal.
Sekretaris Jenderal Bobotoh Club, Eko Noer Kristiyanto, menyampaikan rasa prihatin atas jatuhnya korban dalam konvoi juara Persib Bandung.
Menurutnya, peristiwa ini harus menjadi bahan evaluasi bagi panitia dan pihak terkait agar kejadian serupa tidak terulang.











Tinggalkan Balasan