Rupiah Melemah ke Rp17.886 per Dolar AS, Analis Prediksi Tembus Rp18.150
Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa (2/6/2026).
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah berada di level Rp17.886 per dolar AS pada pukul 10.05 WIB.
Angka tersebut menunjukkan pelemahan sebesar 81 poin atau 0,45 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Pelemahan rupiah juga membuat sejumlah bank nasional menetapkan kurs jual dolar AS hingga Rp18.010 per dolar.
Pengamat mata uang dan Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan tekanan terhadap rupiah masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
Menurut Ibrahim, nilai tukar rupiah berpotensi melemah hingga menyentuh level Rp18.150 per dolar AS.
Ia menilai sentimen global masih menjadi faktor utama yang menekan pergerakan mata uang Indonesia.
Sebelumnya, rupiah sempat menguat pada perdagangan Senin setelah pemerintah mulai menerapkan kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA).
Saat itu rupiah ditutup menguat 76 poin atau 0,43 persen ke level Rp17.805 per dolar AS.
Namun penguatan tersebut diperkirakan hanya bersifat sementara.
Ibrahim menjelaskan pelaku pasar saat ini lebih fokus pada perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran, terutama terkait kesepakatan gencatan senjata yang menjadi perhatian investor global.
Kondisi tersebut membuat dolar AS kembali menguat dan memberi tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.











Tinggalkan Balasan