Iran dan AS Hampir Capai Kesepakatan Damai, Selat Hormuz dan Program Nuklir Jadi Sorotan
Iran menyatakan sedang meninjau proposal baru dari Amerika Serikat terkait upaya mengakhiri konflik di kawasan Teluk. Proposal tersebut disebut hampir mencapai kesepakatan awal dalam bentuk memorandum 14 poin yang dimediasi oleh Pakistan.
Kesepakatan awal itu mencakup penghentian perang, pembukaan blokade Selat Hormuz, pencabutan sanksi Amerika Serikat terhadap Iran, serta pembatasan program nuklir Iran. Presiden Donald Trump mengatakan Iran menunjukkan keinginan untuk bernegosiasi, namun tetap memperingatkan ancaman serangan militer jika kesepakatan gagal tercapai.
Di sisi lain, Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa seluruh uranium yang diperkaya harus dikeluarkan dari Iran. Meski demikian, Iran membantah memiliki ambisi untuk mengembangkan senjata nuklir.
Kabar mengenai potensi perdamaian Iran dan Amerika Serikat langsung memengaruhi pasar global. Harga minyak dunia sempat turun, sementara pasar saham global menguat seiring meningkatnya optimisme meredanya konflik Timur Tengah.
Namun di tengah proses diplomasi, ketegangan militer masih terjadi. Militer AS dilaporkan menembak kapal tanker berbendera Iran di Selat Hormuz karena dianggap melanggar blokade.
Jika proposal awal disetujui, Iran dan Amerika Serikat akan melanjutkan negosiasi selama 30 hari untuk membahas isu yang lebih luas, termasuk program rudal Iran dan dukungan terhadap kelompok milisi di kawasan Timur Tengah.











Tinggalkan Balasan