Seller Mulai Keluhkan Marketplace, Biaya Admin hingga Retur Bikin Untung Menipis
Banyak penjual online mulai mengeluhkan tingginya biaya di platform marketplace dan e-commerce. Tempat yang dulu dianggap menjanjikan cuan kini dinilai makin memberatkan para seller karena biaya operasional terus meningkat.
Biaya administrasi, ongkos kirim, layanan platform, promosi, iklan, hingga biaya retur membuat margin keuntungan penjual semakin tipis. Bahkan dalam beberapa kasus, seller tetap harus menanggung biaya retur meski kesalahan bukan berasal dari pihak mereka.
Salah satu seller yang merasakan dampaknya adalah Ahmad Ramdhani, pemilik toko ByAnara di TikTok. Penjual pakaian wanita asal Bandung itu mengaku biaya admin marketplace mulai terasa memberatkan sejak awal Mei 2026.
Ahmad tetap bertahan berjualan lewat live TikTok setiap hari. Namun, kenaikan biaya platform membuat pendapatannya ikut tertekan.
Keluhan serupa juga dirasakan pasangan pemilik brand fashion anak, Luthfi Nur Aziz dan Arlindi Pertiwi. Mereka menyebut potongan biaya dari platform online kini bahkan terasa lebih mahal dibanding biaya sewa toko fisik.
Akibat tingginya potongan tersebut, mereka terpaksa menaikkan harga produk sekitar 3 hingga 5 persen demi menjaga bisnis tetap berjalan.
Selain biaya admin, seller juga mengeluhkan biaya retur dan sistem cash on delivery (COD). Menurut Ahmad, paket COD bisa otomatis diretur ketika pembeli tidak berada di rumah saat barang diantar kurir. Dalam kondisi itu, biaya pengiriman balik tetap dibebankan kepada seller.
Untuk pengiriman di wilayah Jawa Barat, biaya retur diperkirakan mencapai Rp10 ribu hingga Rp11 ribu per paket. Sementara pengiriman ke luar pulau seperti Sumatera dan Papua bisa mencapai Rp30 ribu hingga Rp40 ribu.
Beban biaya yang terus naik membuat banyak seller mulai mempertimbangkan membangun website sendiri agar tidak terlalu bergantung pada marketplace. Langkah tersebut dinilai bisa membantu menjaga margin keuntungan dan mengurangi risiko kenaikan biaya platform di masa depan.











Tinggalkan Balasan