Prabowo Tegaskan Indonesia Harus Tentukan Sendiri Harga Sawit, Nikel, dan Emas
Prabowo Subianto menegaskan Indonesia harus berdaulat dalam menentukan harga komoditas nasional seperti kelapa sawit, nikel, emas, dan hasil tambang lainnya tanpa didikte negara lain.
Dalam pidatonya di Gedung DPR RI, Jakarta, Prabowo mengaku heran karena Indonesia sebagai produsen kelapa sawit terbesar dunia justru tidak memiliki kendali terhadap harga sawit global.
“Kita produsen kelapa sawit terbesar di dunia, tapi harga kelapa sawit ditentukan negara lain. Saya tidak mau kelapa sawit kita ditentukan bangsa lain,” ujar Prabowo.
Presiden RI itu juga meminta kabinetnya segera merumuskan sistem penentuan harga komoditas tambang Indonesia agar lebih berpihak pada kepentingan nasional.
Menurut Prabowo, Indonesia juga harus memiliki kedaulatan dalam menentukan harga nikel, emas, dan komoditas strategis lainnya yang selama ini banyak dipengaruhi pasar luar negeri.
“Nikel kita juga ditentukan harganya oleh negara lain, tidak boleh,” tegasnya.
Prabowo mengatakan dirinya tidak masalah apabila ada negara lain yang menolak membeli komoditas Indonesia karena Indonesia menetapkan harga sendiri.
Ia menilai lebih baik kekayaan alam Indonesia disimpan untuk generasi mendatang dibanding dijual murah ke negara lain.
“Kalau mereka enggak mau beli, ya enggak apa-apa. Biar saja di bawah tanah untuk cucu kita nanti daripada kita jual murah,” kata Prabowo.
Selain itu, Prabowo juga menyinggung kebocoran kekayaan negara yang menurutnya berdampak pada kecilnya gaji guru, ASN, hingga aparat penegak hukum.
Ia menyebut data Perserikatan Bangsa-Bangsa menunjukkan ekspor Indonesia selama ini selalu lebih tinggi dibanding impor. Menurutnya, kondisi tersebut menandakan Indonesia memiliki kekuatan ekonomi besar yang harus dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat.











Tinggalkan Balasan