Rupiah Anjlok ke Rp17.517 per Dolar AS, Menkeu Purbaya Siapkan Intervensi Pasar
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali melemah hingga menyentuh Rp17.517 per dolar AS pada perdagangan Selasa (12/5/2026). Pelemahan rupiah tersebut langsung mendapat perhatian dari pemerintah dan pelaku pasar.
Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah akan membantu Bank Indonesia menjaga stabilitas rupiah melalui intervensi di pasar obligasi atau bond market.
“Kita akan mulai membantu BI, mungkin pemerintah akan masuk ke bond market,” ujar Purbaya di Jakarta.
Menurut Menteri Keuangan, intervensi pasar obligasi dilakukan agar yield surat utang negara tidak naik terlalu tinggi. Jika yield meningkat tajam, investor asing berpotensi mengalami capital loss dan menarik dana mereka dari Indonesia.
Kondisi tersebut dinilai bisa memperparah pelemahan rupiah terhadap dolar AS dan memicu tekanan lebih besar di pasar keuangan domestik.
Purbaya menjelaskan pemerintah akan memanfaatkan establishment fund untuk menjaga stabilitas pasar dan menarik kembali minat investor asing terhadap obligasi Indonesia.
Ia juga memastikan kondisi fiskal Indonesia masih aman karena pemerintah sebelumnya sudah menggunakan asumsi nilai tukar rupiah di atas target APBN saat menyusun anggaran negara.
Pemerintah berharap langkah intervensi di pasar obligasi mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mencegah gejolak lebih besar di pasar keuangan Indonesia.
Pelemahan rupiah ke level Rp17.517 per dolar AS sendiri menjadi sorotan karena dinilai dapat berdampak pada harga impor, inflasi, hingga kondisi ekonomi nasional.










Tinggalkan Balasan